Rabu, 31 Desember 2014



7 Keajaiban Dunia versi dunia sudah sering kita dengar/baca. Bagaimana dengan 7 keajaiban versi Islam? Berikut daftarnya.

1. Hewan Berbicara di Akhir Zaman

Maha suci Allah yang telah membuat segala sesuatunya berbicara sesuai dengan yang Ia kehendaki. Termasuk dari tanda-tanda kekuasaanya adalah ketika terjadi hari kiamat akan muncul hewan melata yang akan berbicara kepada manusia sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an, surah An-Naml ayat 82,

“Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa Sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami”.

Mufassir Negeri Syam, Abul Fida’ Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy berkomentar tentang ayat di atas, “Hewan ini akan keluar diakhir zaman ketika rusaknya manusia, dan mulai meninggalkan perintah-perintah Allah, dan ketika mereka telah mengganti agama Allah. Maka Allah mengeluarkan ke hadapan mereka hewan bumi. Konon kabarnya, dari Makkah, atau yang lainnya sebagaimana akan datang perinciannya. Hewan ini akan berbicara dengan manusia tentang hal itu”.[Lihat Tafsir Ibnu Katsir (3/498)]

Hewan aneh yang berbicara ini akan keluar di akhir zaman sebagai tanda akan datangnya kiamat dalam waktu yang dekat. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

“Sesungguhnya tak akan tegak hari kiamat, sehingga kalian akan melihat sebelumnya 10 tanda-tanda kiamat: Gempa di Timur, gempa di barat, gempa di Jazirah Arab, Asap, Dajjal, hewan bumi, Ya’juj & Ma’juj, terbitnya matahari dari arah barat, dan api yang keluar dari jurang Aden, akan menggiring manusia”. [HR. Muslim dalam Shohih-nya (2901), Abu Dawud dalam Sunan-nya (4311), At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (2183), dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya (4041)]

2. Pohon Kurma yang Menangis

Adanya pohon kurma yang menangis ini terjadi di zaman Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- , mengapa sampai pohon ini menangis? Kisahnya, Jabir bin Abdillah-radhiyallahu ‘anhu- bertutur,

“Jabir bin Abdillah -radhiyallahu ‘anhu- berkata: “Adalah dahulu Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- berdiri (berkhutbah) di atas sebatang kurma, maka tatkala diletakkan mimbar baginya, kami mendengar sebuah suara seperti suara unta dari pohon kurma tersebut hingga Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- turun kemudian beliau meletakkan tangannya di atas batang pohon kurma tersebut” .[HR.Al-Bukhariy dalam Shohih-nya (876)]

Ibnu Umar-radhiyallahu ‘anhu- berkata,

“Dulu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- berkhuthbah pada batang kurma. Tatkala beliau telah membuat mimbar, maka beliau berpindah ke mimbar itu. Batang korma itu pun merintih. Maka Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- mendatanginya sambil mengeluskan tangannya pada batang korma itu (untuk menenangkannya)”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (3390), dan At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (505)]

3. Untaian Salam Batu Aneh

Mungkin kalau seekor burung yang pandai mengucapkan salam adalah perkara yang sering kita jumpai. Tapi bagaimana jika sebuah batu yang mengucapkan salam. Sebagai seorang hamba Allah yang mengimani Rasul-Nya, tentunya dia akan membenarkan seluruh apa yang disampaikan oleh Rasul-Nya, seperti pemberitahuan beliau kepada para sahabatnya bahwa ada sebuah batu di Mekah yang pernah mengucapkan salam kepada beliau sebagaimana dalam sabdanya,

Dari Jabir bin Samurah dia berkata, Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, “Sesungguhnya aku mengetahui sebuah batu di Mekah yang mengucapkan salam kepadaku sebelum aku diutus, sesungguhnya aku mengetahuinya sekarang”.[HR.Muslim dalam Shohih-nya (1782)].

4. Pengaduan Seekor Onta

Manusia adalah makhluk yang memiliki perasaan. Dari perasaan itu timbullah rasa cinta dan kasih sayang di antara mereka. Akan tetapi ketahuilah, bukan hanya manusia saja yang memiliki perasaan, bahkan hewan pun memilikinya. Oleh karena itu sangat disesalkan jika ada manusia yang tidak memiliki perasaan yang membuat dirinya lebih rendah daripada hewan. Pernah ada seekor unta yang mengadu kepada Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- mengungkapkan perasaannya.

Abdullah bin Ja’far-radhiyallahu ‘anhu- berkata, “Pada suatu hari Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- pernah memboncengku dibelakangnya, kemudian beliau membisikkan tentang sesuatu yang tidak akan kuceritakan kepada seseorang di antara manusia. Sesuatu yang paling beliau senangi untuk dijadikan pelindung untuk buang hajatnya adalah gundukan tanah atau kumpulan batang kurma. lalu beliau masuk kedalam kebun laki-laki Anshar. Tiba tiba ada seekor onta. Tatkala Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- melihatnya, maka onta itu merintih dan bercucuran air matanya. Lalu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- mendatanginya seraya mengusap dari perutnya sampai ke punuknya dan tulang telinganya, maka tenanglah onta itu. Kemudian beliau bersabda, “Siapakah pemilik onta ini, Onta ini milik siapa?” Lalu datanglah seorang pemuda Anshar seraya berkata, “Onta itu milikku, wahai Rasulullah”.

Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

“Tidakkah engkau bertakwa kepada Allah dalam binatang ini, yang telah dijadikan sebagai milikmu oleh Allah, karena ia (binatang ini) telah mengadu kepadaku bahwa engkau telah membuatnya letih dan lapar”. [HR. Abu Dawud dalam As-Sunan (1/400), Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (2/99-100), Ahmad dalam Al-Musnad (1/204-205), Abu Ya’la dalam Al-Musnad (3/8/1), Al-Baihaqiy dalam Ad-Dala’il (6/26), dan Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyqa (9/28/1). Lihat Ash-Shahihah (20)]

5. Kesaksian Kambing Panggang

Kalau binatang yang masih hidup bisa berbicara adalah perkara yang ajaib, maka tentunya lebih ajaib lagi kalau ada seekor kambing panggang yang berbicara. Ini memang aneh, akan tetapi nyata. Kisah kambing panggang yang berbicara ini terdapat dalam hadits berikut:

Abu Hurairah-radhiyallahu ‘anhu- berkata,

“Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- menerima hadiah, dan tak mau makan shodaqoh. Maka ada seorang wanita Yahudi di Khoibar yang menghadiahkan kepada beliau kambing panggang yang telah diberi racun. Lalu Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- pun memakan sebagian kambing itu, dan kaum (sahabat) juga makan. Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Angkatlah tangan kalian, karena kambing panggang ini mengabarkan kepadaku bahwa dia beracun”. Lalu meninggallah Bisyr bin Al-Baro’ bin MA’rur Al-Anshoriy. Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- mengirim (utusan membawa surat), “Apa yang mendorongmu untuk melakukan hal itu?” Wanita itu menjawab, “Jika engkau adalah seorang nabi, maka apa yang aku telah lakukan tak akan membahayakan dirimu. Jika engkau adalah seorang raja, maka aku telah melepaskan manusia darimu”. Kemudian Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- memerintahkan untuk membunuh wanita itu, maka ia pun dibunuh. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda ketika beliau sakit yang menyebabkan kematian beliau,”Senantiasa aku merasakan sakit akibat makanan yang telah aku makan ketika di Khoibar. Inilah saatnya urat nadi leherku terputus”. [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (4512). Di-shohih-kan Al-Albaniy dalam Shohih Sunan Abi Dawud (hal.813), dengan tahqiq Masyhur Hasan Salman]

6. Batu yang Berbicara

Setelah kita mengetahu adanya batu yang mengucapkan salam, maka keajaiban selanjutnya adalah adanya batu yang berbicara di akhir zaman. Jika kita pikirkan, maka terasa aneh, tapi demikianlah seorang muslim harus mengimani seluruh berita yang disampaikan oleh Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam-, baik yang masuk akal, atau tidak. Karena Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- tidaklah pernah berbicara sesuai hawa nafsunya, bahkan beliau berbicara sesuai tuntunan wahyu dari Allah Yang Mengetahui segala perkara ghaib.

Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

“Kalian akan memerangi orang-orang Yahudi sehingga seorang diantara mereka bersembunyi di balik batu. Maka batu itu berkata, “Wahai hamba Allah, Inilah si Yahudi di belakangku, maka bunuhlah ia”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (2767), dan Muslim dalam Shohih-nya (2922)]

Al-Hafizh Ibnu Hajar-rahimahullah- berkata, “Dalam hadits ini terdapat tanda-tanda dekatnya hari kiamat, berupa berbicaranya benda-benda mati, pohon, dan batu. Lahiriahnya hadits ini (menunjukkan) bahwa benda-benda itu berbicara secara hakikat”.[Lihat Fathul Bari (6/610)]

7. Semut Memberi Komando

Mungkin kita pernah mendengar cerita fiktif tentang hewan-hewan yang berbicara dengan hewan yang lain. Semua itu hanyalah cerita fiktif belaka alias omong kosong. Tapi ketahuilah wahai para pembaca, sesungguhnya adanya hewan yang berbicara kepada hewan yang lain, bahkan memberi komando, layaknya seorang komandan pasukan yang memberikan perintah. Hewan yang memberi komando tersebut adalah semut. Kisah ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Al-Qur’an,

“Dan Sulaiman Telah mewarisi Daud, dan dia berkata: “Hai manusia, kami Telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) Ini benar-benar suatu kurnia yang nyata”.Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). Hingga apabila mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.Maka dia (Sulaiman) tersenyum dengan tertawa Karena (mendengar) perkataan semut itu. dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah Aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang Telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah Aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. (QS.An-Naml: 16-19).

Inilah beberapa perkara yang lebih layak dijadikan “Tujuh Keajaiban Dunia” yang menghebohkan, dan mencengangkan seluruh manusia. Orang-orang beriman telah lama meyakini dan mengimani perkara-perkara ini sejak zaman Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- sampai sekarang. Namun memang kebanyakan manusia tidak mengetahui perkara-perkara itu. Oleh karena itu, kami mengangkat hal itu untuk mengingatkan kembali, dan menanamkan aqidah yang kokoh di hati kaum muslimin.

10 Prediksi Kiamat Yang Gagal

1. The Hen Nabi of Leeds, 1806
Sejarah telah banyak contoh orang yang telah menyatakan bahwa kedatangan Yesus Kristus sudah dekat, tetapi mungkin tidak pernah ada seorang utusan asing daripada ayam di kota Leeds Inggris pada tahun 1806. Tampaknya ayam mulai bertelur di mana frase “Kristus akan datang” ditulis. Sebagai berita ini menyebar mukjizat, banyak orang menjadi yakin bahwa hari kiamat sudah dekat – sampai ayam lokal aneh sebenarnya melihat peletakan salah satu telur kenabian dan menemukan seseorang telah menetas tipuan.
2. The Milleris, April 23, 1843
Seorang petani New England bernama William Miller, setelah beberapa tahun penelitian yang sangat cermat Alkitab, menyimpulkan bahwa waktu Allah dipilih untuk menghancurkan dunia bisa meramalkan dari interpretasi literal yang ketat dari Alkitab. Saat ia menjelaskan kepada siapa saja yang mau mendengarkan, dunia akan berakhir beberapa waktu antara 21 Maret 1843 dan 21 Maret 1844. Ia berkhotbah dan dipublikasikan cukup untuk akhirnya memimpin ribuan pengikut (dikenal sebagai Milleris) yang memutuskan bahwa tanggal yang sebenarnya adalah April 23, 1843. Banyak dijual atau menyerahkan harta mereka, dengan asumsi mereka tidak akan diperlukan, meskipun saat tanggal 23 April tiba (tapi Yesus tidak) dan kelompok yang akhirnya bubar-sebagian dari mereka membentuk apa yang sekarang Advent Hari Ketujuh.
3. Mormon Armageddon, 1891 atau sebelumnya
Joseph Smith, pendiri gereja Mormon, disebut pertemuan para pemimpin gereja di Februari 1835 untuk memberitahu mereka bahwa dia telah berbicara dengan Tuhan baru-baru ini, dan selama percakapan mereka ia mengetahui bahwa Yesus akan kembali dalam 56 tahun ke depan, setelah Akhir kali akan dimulai segera.
4. Komet Halley, 1910
Pada tahun 1881, seorang astronom ditemukan melalui analisis spektral yang ekor komet termasuk gas mematikan yang disebut sianogen (terkait, sebagai imples nama, untuk sianida). Ini hanya lewat bunga sampai seseorang menyadari bahwa Bumi akan melewati ekor komet Halley pada tahun 1910. Apakah semua orang di planet ini dimandikan dalam gas beracun mematikan? Itulah spekulasi dicetak ulang pada halaman depan “New York Times” dan surat kabar lainnya, menghasilkan panik meluas di seluruh Amerika Serikat dan luar negeri. Akhirnya ilmuwan bahkan berkepala menjelaskan bahwa ada tidak perlu takut.
5. Pat Robertson, 1982
Pada bulan Mei 1980, televangelis dan pendiri Koalisi Kristen Pat Robertson banyak terkejut dan ketakutan ketika – bertentangan dengan Matius 24:36 (“Tidak ada yang tahu tentang hari atau jam, tidak bahkan malaikat-malaikat di sorga …”) ia memberitahu nya” 700 Club “acara TV pemirsa di seluruh dunia bahwa ia tahu kapan dunia akan berakhir. “Saya menjamin Anda pada akhir tahun 1982 akan menjadi penghakiman pada dunia,” kata Robertson.
6. Heaven’s Gate, 1997
Ketika komet Hale-Bopp muncul pada tahun 1997, muncul rumor bahwa pesawat alien mengikuti komet – ditutupi, tentu saja, oleh NASA dan komunitas astronomi. Meskipun klaim itu dibantah oleh para astronom (dan dapat disangkal oleh siapa saja dengan teleskop yang baik), desas-desus yang dipublikasikan di radio paranormal acara Art Bell bicara “Coast to Coast AM.” Klaim ini mengilhami San Diego kultus UFO yang bernama Heaven’s Gate untuk menyimpulkan bahwa dunia akan segera berakhir. Dunia memang akhir bagi 39 anggota kultus, yang bunuh diri pada tanggal 26 Maret 1997.
7.Nostradamus Agustus 1999
Tulisan-tulisan sangat dikaburkan dan metafora Michel de Nostrdame telah tertarik orang selama lebih dari 400 tahun. Tulisan-tulisannya, akurasi yang sangat bergantung pada interpretasi yang sangat fleksibel, telah diterjemahkan dan kembali diterjemahkan dalam lusinan versi yang berbeda. Salah satu yang paling terkenal kuatrain membaca, “Tahun 1999, bulan ketujuh / Dari langit akan datang raja besar teror.” Banyak Nostradamus
penggemar tumbuh khawatir bahwa ini adalah visi menentukan prognosa terkenal tentang Armageddon.
8. Y2K, 1 Januari 2000
Ketika abad terakhir menarik untuk dekat, banyak orang tumbuh khawatir bahwa komputer bisa membawa tentang hari kiamat. Masalahnya, pertama diungkapkan pada awal tahun 1970, adalah bahwa banyak komputer tidak akan dapat membedakan antara tahun 2000 dan 1900 tanggal. Tidak ada yang benar-benar yakin apa yang akan dilakukan, namun banyak menyarankan masalah bencana mulai dari pemadaman besar untuk bencana nuklir. penjualan Gun melompat dan survivalists bersedia untuk tinggal di bunker, tapi milenium baru dimulai dengan hanya beberapa gangguan.
9. 5 Mei 2000
Dalam hal Y2K bug tidak melakukan kita dalam, bencana global diyakinkan oleh Richard Tak seorang pun, penulis buku 1997 “2000/05/05 Ice:. Disaster Ultimate” Menurut salah satu Tidak, massa es Antartika akan tiga kilometer tebal oleh 5 Mei 2000 – tanggal di mana planet akan sejajar di langit, entah bagaimana menghasilkan kematian es global (atau setidaknya banyak penjualan buku). Mungkin pemanasan global terus zaman es di teluk.
10. Departemen Gereja Jahweh, Fall 2008
Menurut Menteri Gereja Tuhan Ronald Weinland, akhir zaman adalah pada kita – lagi. 2006 Buku “2008: Final Allah-Saksi” menyatakan bahwa ratusan juta orang akan meninggal, dan pada akhir tahun 2006, “akan ada waktu maksimum dua tahun yang tersisa sebelum dunia akan terjun ke waktu terburuk dari semua sejarah manusia. Pada musim gugur 2008, Amerika Serikat akan telah runtuh sebagai kekuatan dunia, dan tidak ada lagi sebagai bangsa merdeka. ” Sebagai catatan buku, “tempat Ronald Weinland reputasinya di jalur sebagai nabi akhir zaman Allah.”

itulah prediksi kiamat yang gagal….. sebagai umat yang taat beragama kita wajib mempercayai akan hari kiamat tetapi jangan mudah percaya pada suatu ramalan. karena ALLAH SWT adalah tuhan yang maha tahu……

Tanda-tanda Kiamat Menurut Ilmu Alam Semesta

Bahwa bumi akan hancur berkeping-keping seperti kapas berterbangan. Beberapa penelitian ilmuwan membuktikan bahwa kiamat adalah kepastian. Hanya kapan itu terjadi adalah rahasia Allah Subhanahu wa Ta'ala. Namun, mari kita lihat pandangan dan perhitungan para ilmuwan.


Jika kita rajin mendengar keterangan-keterangan dariweb NASA, mereka pernah mengatakan bahwa sudah banyak planet yang berbalik arah putar. Jika pada planet bumi kita ini matahari masih terbit dari arah timur, maka dalam beberapa tahun ini terdapat beberapa fenomena baru yang menurut mereka planet lain sudah mulai berbalik arah dan matahari terbit dari arah barat. Dari sisi ilmiah, inilah pertanda akhir jaman mendekati kiamat.


Pertama : Mengenai planet X (nibiru).
Adalah menurut para ilmuwan, dari sekian banyak planet yang berbalik arah putar. Mereka menemukan adanya planet dari galaksi lain yang bergerak memasuki orbit dalam tata surya kita. Planet ini kemudian diberi nama planet X (Nibiru).
Planet X
Planet Nibiru adalah bintang lain yang tertarik gravitasi matahari lalu masuk ke tatasurya kita. Parahnya dia berrevolusi berlawanan dengan revolusi bumi dan planet lain di tatasurya kita. Jalurnya pas di jalur bumi. Sehingga pada suatu masa bumi akan ditabrak oleh benda yang besarnya 100 kali lipat dengan sama-sama kecepatan superdahsyat. Bisa dibayangkan seperti apa kemungkinannya. Pasti hancur berkeping-keping.
Inilah perbandingan besar bumi dengan Nibiru
Ilmuwan menyebut 50 tahun lagi planet x ini akan memasuki orbit tata surya kita sejak ditemukan tahun 2003. Berarti kiamat boleh terjadi pada tahun 2053 ? Allah-lah Yang Maha Mengetahui dan Maha Kuasa.
Kira-kira seperti inilah kalau bumi kita di tabrak



Yang kedua. Awan Smith.
Awan Smith, diambil dari nama Gail Smith, seorang astronom AS yang mendeteksinya pertama kali pada tahun 1963 saat meneliti di Universitas Leiden, Belanda.
Awan Smith
Awan Smith adalah Gumpalan awan raksasa yang mengandung gas hidrogen dalam volume sangat besar tengah melesat mendekati piringan Galaksi Bima Sakti, tempat tata surya kita berada. Jika dilihat dari Bumi, lebar gumpalan awan tersebut sebanding dengan 30 kali lebar Bulan. Awan Smith membawa energi sangat besar berupa gas hidrogen yang cukup untuk membentuk jutaan bintang seukuran Matahari. Awan Smith merupakan gumpalan gas yang berukuran panjang mencapai 11.000 tahun cahaya dan lebar 2.500 tahun cahaya


Objek tersebut saat ini berada 40.000 tahun cahaya dari Bumi dan 8.000 tahun cahaya dari piringan Bimasakti. Objek yang pantas disebut kabut monster di ruang kosmos ini bergerak dengan kecepatan 240 kilometer perdetik dan diperkirakan menabrak piringan galaksi Bimasakti dengan kemiringan 45 derajat Tabrakan dahsyat yang diperkirakan terjadi antara 20-40 juta tahun lagi akan menghasilkan kembang api spektakuler di langit.


Ketiga : Tabrakan galaksi Andromeda.
Galaksi Andromeda.
Galaksi paling dekat dengan galaksi kita adalah Andromeda. Saat ini galaksi andromeda melayang mendekati bimasakti dengan kecepatan 300.000 mil per jam, 100 kali lebih cepat daripada peluru yang melesat dengan kecepatan tinggi. Ketika bertabrakan, Andromeda akan mengubah galaksi bimasakti kita selamanya.


Perkiraannya; Galaksi Bima Sakti akan bertabrakan dengan Galaksi Andromeda yang berjarak 2,5 juta tahun cahaya dari bumi. Cemas? Jangan dulu, karena terjadinya masih empat miliar tahun lagi.

Li Chung Yun, Legenda Manusia Berumur 256 Tahun



"Jagalah agar hatimu tetap tenang, duduklah seperti kura-kura, berjalanlah dengan riang seperti merpati dan tidurlah seperti seekor anjing." Itulah kalimat nasehat yang diberikan oleh Li Chung Yun ketika seorang kepala suku bernama Wu Pu Fei mengundangnya ke rumah dan menanyakan rahasia umur panjang. Li Chung Yun meninggal pada tanggal 6 Mei 1933. Saat itu usianya 256 tahun.



Mr Li tinggal di propinsi Sichuan di Cina dimana umur panjang melambangkan kebesaran seseorang. Pada saat usianya 10 tahun, ia sudah berkelana ke Kansu, Shansi, Tibet, Annam, Siam dan Manchuria untuk mengumpulkan tanaman obat. Ia terus mengumpulkan tanaman obat hingga berumur 100 tahun.



Beberapa sumber mengatakan bahwa Mr.Li telah menguburkan 23 Istri dan pada saat meninggalnya ia hidup bersama istri ke 24. Dari ke-24 istrinya, Li memiliki anak cucu hingga 11 generasi dan berjumlah sekitar 200 orang. Ia memiliki kuku yang panjang sekitar 6 inci. Walapun usianya sudah 200 tahun lebih, namun dalam pandangan orang-orang ia kelihatan seperti seseorang yang berusia 60 tahun-an.



Menurut Mr. Li, ia lahir tahun 1736. Namun pada tahun 1930, seorang profesor dari departemen pendidikan universitas Chengdu yang bernama Wu Chung Chieh menemukan sebuah catatan dari kerajaan Cina yang memberikan ucapan selamat kepada Li Ching Yun atas ulang tahunnya yang ke-150 tahun. Ucapan selamat itu diberikan pada tahun 1827. Apabila pada tahun 1827 ia berulang tahun ke-150, maka itu berarti catatan kerajaan menunjukkan bahwa Mr. Li lahir pada tahun 1677 dan saat meninggal di tahun 1933, ia berumur 256 tahun.




Pada saat kematiannya, ucapan dukacita untuk Mr.Li dipublikasikan oleh media-media ternama dunia, termasuk The New York Times dan Times Magazine.



Apakah Li lahir tahun 1677 atau 1736 seperti pengakuannya ? Apabila ia lahir tahun 1736 sesuai pengakuannya, berarti ia meninggal pada usia 197 tahun, jauh lebih lama dibandingkan dengan orang tertua yang pernah tercatat yaitu Jeanne Louise Calment dari Perancis yang meninggal pada tahun 1997 di usia 122 tahun 164 hari. Sebelumnya, di Cina juga pernah tercatat adanya seorang yang bernama Chen Jun yang dipercaya meninggal pada usia 443 tahun.



Selama hidupnya, Mr Li dikenal sebagai seorang Herbalis dan ahli kungfu. Pada tahun 1749 ketika ia berumur 71 tahun, ia pindah ke kota Kai Xian untuk bergabung dengan pasukan Cina sebagai pelatih kungfu dan penasehat militer.



Kisah hidupnya kemudian mengalir seperti sebuah kisah dari film-film silat yang kita tonton. Salah seorang murid Mr. Li, yaitu Master Tai Chi bernama Da Liu menceritakan kisah ini. Pada saat Mr. Li berusia 130 tahun, ia berjumpa dengan seorang pertapa di sebuah gunung yang kemudian mengajarinya Jiulong Baguazhang (sembilan naga delapan diagram telapak tangan) dan Qigong (tenaga dalam) dengan instruksi pernapasan khusus, pergerakan dan cara mengkordinasikannya dengan suara spesifik serta rekomendasi makanan. Da Liu mengatakan bahwa Mr.Li dapat memiliki umur panjang karena ia secara teratur melakukan latihan-latihan tersebut setiap hari, secara teratur, dengan benar dan dengan tulus selama 120 tahun. Sampai saat ini, para praktisi Jiulong Baguazhang modern mengakui bahwa pengetahuan yang mereka peroleh berasal langsung dari Mr. Li.



Pada tahun 1933, ia meninggal dunia. Mr li pernah berkata kepada seorang sahabat,"Aku telah menyelesaikan semua hal yang harus diselesaikan di dunia ini, sekarang aku akan pulang." Li Chung Yun meninggal tidak lama setelah itu. Dan sejak itu muncullah Legenda Li Chung Yun, Manusia yang berumur 256 tahun

Pemakaman Xiaohe di Xinjiang China, Sebuah Misteri





Menurut erabaru.net , pada tanggal 17 april 2004, pemakaman Xiaohe (Sungai kecil), yang ditemukan oleh arkeolog Swedia Folk Bergman pada tahun 1939 di propinsi Xinjiang, disebut-sebut termasuk sebagai 10 besar penemuan arkeolog di China. Menurut laporan harian Guangming tanggal 23 April, perhatian umum terhadap pemakaman itu mencuat ketika Bergman menerbitkan pengenalan secara detail pada situs arkeologi ditepi sungai Xiaohe di Stockholm tahun 1939 dengan judul Penemuan Arkeologi di Xinjiang.




Namun saat petunjuk penting tempat pemakaman itu, yaitu sungai Xiaohe mengering, masyarakat telah melupakan pemakaman itu dalam beberapa dekade ini. Tidak sampai lebih dari 60 tahun kemudian pada tanggal 11 Desember 2000, seorang anggota Peninggalan Kebudayaan Xinjiang dan Institut Arkeologi di China meneliti gurun pasir Lop Nor dengan melalui sebuah penempatan satelit dan menemukan pemakaman Xiaohe sekali lagi. Pada bulan Maret 2005, penggalian secara menyeluruh berakhir dengan sukses.


Pemakaman Xiaohe merupakan sistem pemakaman berskala besar yang menyediakan informasi tentang peradaban awal yang berharga di Lop Nor kepada seluruh arkeolog didunia. Dengan 167 makam dan lebih dari 1000 peninggalan-peninggalan budaya pada masa itu ditemukan, area Xiaohe tidak serupa dengan tempat lain yang ada di China, atau mungkin diseluruh dunia.



Menurut Idelisi Abuduresule, kepala Peninggalan Kebudayaan Xinjiang dan Institut Arkeologi, pemakaman Xiaohe menarik perhatian masyarakat karena banyak benda-benda peninggalan yang ditemukan masih merupakan misteri, menunggu untuk dipecahkan.

Misteri ke 1 : Peradaban? Tidak ada tanda!

Berdasarkan bukti dari masa sejarah yang lampau, biasanya orang dapat memprediksi tanda peradaban mereka pada masa itu. Akan tetapi setelah diteliti dengan cermat oleh para arkeolog di dalam radius beberapa kilometer, tidak ada benda-benda peninggalan yang menggambarkan kehidupan pada masa lalu.

Misteri ke 2 : Peti jenasah “berbentuk kapal”

Peti jenasah yang ada di pemakaman Xiaohe dipendam dalam lima tingkat, setiap peti jenasah menyerupai perahu pantai yang terbalik dengan mayat yang dikubur didalamnya. Beberapa sapi hidup telah dibunuh dipemakaman itu dan kulitnya digunakan untuk membungkus mayat tersebut. Begitu kulit ini mengering dan menyusut, bungkusan kulit ini akan membalut mayat dengan semakin kencang.

Misteri ke 3 : Sebuah budaya pemujaan?

Pemakaman Xiaohe ditandai dengan balok-balok kayu poplar yang tertancap di atas gunung pasir. Bentuk kayunya berbeda menurut jenis kelamin yang meninggal dan melambangkan organ reproduksi. Kebudayaan misterius yang sangat memuja organ reproduksi, ini sangat jarang terlihat didunia.

Misteri ke 4 : Hilangnya masyarakat Xiaohe

Pemakaman Xiaohe merupakan hal penting untuk mempelajari masyarakat kuno di daerah Lop Nor. Meskipun kami mempunyai petunjuk mengenai orang-orang Xiaohe yang meninggal, akan tetapi kami tidak dapat melacak jejak kehidupan mereka. Misteri terbesar berdasarkan pada peradaban yang ditinggalkan oleh pemakaman Xiaohe adalah hilangnya masyarakat Xiaohe. Apakah sebuah wabah yang telah membinasakan mereka ? Apakah karena timbul perang ? Ataukah mereka benar-benar tertelan gurun pasir ?

Misteri ke 5 : Lumpur aneh yang menyelubungi peti jenasah

Ditemukan 4 peti jenasah yang diselubungi oleh lumpur pada daerah sebelah utara dan selatan kompleks tersebut. Peti ini berbeda bentuk dengan peti jenasah berbentuk perahu yang ditemukan semula ; penutup peti itu berbentuk persegi panjang, dan didalamnya terdapat rangka kayu yang menunjukkan bentuk asli kapal. Apa yang menjadi tanda tanya orang adalah 4 peti jenasah ini ini seluruhnya berisi jenasah perempuan dewasa yang penuh dengan benda-benda penguburan. Para arkeolog tidak dapat menjawab mengapa hanya peti jenasah 4 perempuan dewasa ini yang dilumuri oleh lumpur.

Misteri ke 6 : Mayat-mayat kayu

Pada situs penggalian ini, ditemukan juga 6 peti jenasah yang berisi mayat kayu sebagai pengganti mayat asli. Setelah dianalisa, diketahui bahwa mayat kayu ini dibuat dalam jangka waktu yang singkat. Seluruh mayat kayu ini berjenis kelamin pria dan dibuat dalam bentuk yang serupa. Wajahnya rata dengan tanda X merah diatasnya.










Mencari Peradaban Kuno Modern di Dasar Laut Jawa

SELAMA berbulan-bulan Kapten Hans Berekoven berkeliaran di perairan Laut Jawa pada pertengahan 1990-an. Dia menakhodai kapal survei seismik Angkatan Laut Australia, yang bekerja untuk dua perusahaan minyak internasional, Arco dan Conoco. Survei seismik adalah metode umum untuk meneliti struktur tanah di bawah permukaan laut, khususnya yang terkait dengan eksplorasi minyak, gas alam, dan mineral lain.

"Wah, betapa dangkal Laut Jawa ini. Kedalamannya sekitar 60 meter di mana-mana. Menurut pengetahuan ilmiah saya, pastilah ada dataran kering selama Zaman Es di sini," kata Hans pada akhir Oktober lalu di Jakarta.

Laut Jawa adalah bagian dari Paparan Sunda yang terendam setelah Zaman Es berakhir. Paparan Sunda adalah bentangan dataran yang merupakan perpanjangan ke selatan dari dataran Asia Tenggara. Sebagian besar dataran itu kini ditutupi laut-laut dangkal, termasuk Laut Cina Selatan, Teluk Thailand, dan Laut Jawa, dengan kedalaman rata-rata kurang dari 100 meter.

Luas paparan diperkirakan mencapai 1,8 juta kilometer persegi. Pada Zaman Es, yang berlangsung ribuan tahun lalu hingga berakhir secara tiba-tiba pada 12 ribu tahun silam, seluruh paparan berada di permukaan laut. Ini terlihat dari sisa-sisa alur sungai yang telah dikenali. Satu jalur melintang ke utara menuju Laut Cina Selatan. Satu jalur ke timur menuju Dangkalan Sunda dan Terusan Flores. Keberadaan paparan ini pertama kali dilaporkan G.W. Earl pada 1845.

Hans sudah tahu soal paparan ini dan perkiraan beberapa ilmuwan bahwa di paparan inilah spekulasi Atlantis, kota legenda yang disebut-sebut filsuf Plato dalam Timaeus dan Critias, berada. Hans telah membandingkan berbagai hasil penelitian yang dilakukan beberapa ilmuwan, termasuk analisis Arysio Santos dan Stephen Oppenheimer dalam Eden in the East, mengenai Zaman Es.

Menurut Hans, Zaman Es terjadi karena letusan megagunung berapi di Sumatera pada 70 ribu tahun lalu. Danau Toba adalah kawah yang tersisa dari letusan ini. Abu vulkaniknya terlempar ke atmosfer dan mengelilingi dunia, yang mencegah sinar matahari masuk dan mengakibatkan penurunan suhu secara global. Tudung es Kutub Utara melebar ke selatan hingga 50 derajat Lintang Utara. Sebagian besar Eropa ditutupi lapisan es tebal, yang di beberapa bagian mencapai ketebalan dua ribu meter.

"Ketika iklim dunia sangat dingin, kawasan Asia sangat hangat dan subur. Permukaan air laut berada 150 meter lebih rendah daripada sekarang. Hal ini mendorong manusia nomaden di Cina, India, dan kawasan Asia lain bermigrasi ke Paparan Sunda, sehingga paparan ini menjadi pusat konsentrasi peradaban," kata Hans.

Lahan subur yang terbatas di Paparan Sunda ini memaksa suku-suku nomaden itu mengubah budaya mereka, dari bangsa pengembara menjadi bangsa penetap yang mengembangkan cara bercocok tanam dan memelihara binatang. "Jadi pertanian dan peternakan ditemukan di sini, di Indonesia, bukan di Mesopotamia," katanya. Selama ini peradaban terorganisasi dianggap pertama kali berkembang di Mesopotamia pada 5.500 tahun lalu.

Namun, setelah berlangsung lebih dari 60 ribu tahun, Zaman Es tiba-tiba berakhir. Es mencair secara besar-besaran yang dimulai pada 10 ribu tahun sebelum Masehi. Mengapa demikian? Para ilmuwan berbeda pendapat mengenai jawabannya. Adapun Hans memilih teori benturan asteroid. Dalam teori ini, sebuah asteroid raksasa diduga menghantam pesisir Amerika Utara di Samudra Atlantik pada 12 ribu tahun lalu. Letusan ini mengakibatkan pemanasan global yang mencairkan tudung es Kutub Utara, yang menyebabkan banjir bandang yang menenggelamkan sebagian Paparan Sunda.

Tenggelamnya sebagian kawasan subur ini menenggelamkan pula tanda-tanda peradaban awal di Asia. Seberapa jauh peradaban itu berkembang juga belum bisa diketahui. Namun, dari data seismik yang diperoleh saat menyelidiki Laut Jawa, Hans melihat adanya tanda-tanda awal peradaban itu. Masalahnya, kata dia, data itu berfokus pada 1.000 meter di bawah dasar laut. "Tapi, jika Anda memanipulasi data itu dengan perangkat lunak khusus, Anda dapat melihat 'tonjolan' 10 meter, meskipun kabur dan kualitasnya kurang baik," kata Hans.

Selain itu, kata dia, survei tersebut dilakukan bukan pada titik-titik terbaik, yakni menyusuri bekas sungai kuno di dasar Laut Jawa. "Karena data saya tak cukup memadai dan perusahaan minyak itu juga punya misi yang berbeda dan khawatir akan datanya, saya memutuskan meneliti sendiri," katanya.

Hans Berekoven lantas membelanjakan uang bonus tahunannya dan 2.000 wol halus Morinos miliknya untuk membeli kapal Southern Sun dan berlayar ke Laut Jawa. Dia dan istrinya, Rose, serta dua anaknya, Tristan, 15 tahun, serta Hannah, 8 tahun, berangkat ke Bali, tempat mereka membangun basis untuk pengisian bahan bakar, pasokan, dan sekolah bagi kedua anak mereka pada 2005.

Proyek Arkeologi Paparan Sunda, demikian nama proyek mereka, menggunakan kapal sepanjang 19 meter yang dilengkapi peralatan sonar dan kapal selam mini jarak jauh. Sonar itu dapat merekam kawasan seluas 200 meter persegi dan kedalaman sekitar 60 meter. Adapun kapal selam mininya membantu merekam dan mendekati obyek-obyek di dalam laut. "Saya menjalankannya seperti petani menggarap sawah, sepetak demi sepetak, untuk memetakan permukaan dasar laut," kata Hans.

Dia lalu mendekati Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan pemerintah Indonesia untuk membantu usahanya. Semula, menurut dia, Indonesia kurang tertarik pada tawarannya itu. "Belakangan pihak Indonesia setuju dengan syarat proyek ini harus menggunakan kapal penelitian mereka yang besar," katanya.

Naskah kerja sama antara Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Spasial Nasional (Bakosurtanal) dan Southern Sun Sonar and Mapping itu ditandatangani pada 22 Maret 2006 oleh Sekretaris Utama Bakosurtanal Sukendra Martha dan Hans Berekoven. Masalahnya, kata Hans, menggunakan kapal besar kemudian biayanya tambah besar. "Saya tak punya cukup dana untuk itu," katanya. Akhirnya kerja sama itu batal.

Karena tak dapat mengantongi izin survei dari pemerintah Indonesia, Hans dan kapal kecilnya, Southern Sun, berbelok ke Malaysia dan membangun markas di Miri, Sarawak. Hans dan Rose kini menjelajahi perairan Malaysia dan Kalimantan. Tapi Hans masih yakin bahwa bukti peradaban kuno itu tersimpan di balik timbunan lumpur di dasar Laut Jawa.

Keyakinannya ini bertambah tebal ketika ia mendengar soal temuan kota kuno di bawah air di Teluk Cambay di pantai barat India pada 2002. Dia pun segera ke sana. National Institute of Ocean Technology, lembaga milik pemerintah India yang menangani penelitian kelautan, telah melakukan survei dengan sonar di Teluk Cambay sejak 1999. Badrinaryan, ketua tim penelitian ini, mencatat bahwa dia menemukan bentuk-bentuk tak biasa dari citra sonar. "Bentuk-bentuk lingkaran dan bujur sangkar dalam tatanan geometris itu tak mungkin ada di laut," tulis Badrinaryan di situs Graham Hancock, situs yang banyak memuat analisis tentang misteri peradaban kuno.

Artefak itu berada di kedalaman 40 meter dan 20 kilometer dari pantai. Yang mengejutkan adalah hasil pengujian karbon untuk penentuan usia artefak itu, yang dilakukan oleh beberapa lembaga di India; Oxford University, Inggris; dan Hannover, Jerman. Beberapa benda artefak itu bertitimangsa hingga 19 ribu tahun yang lalu, yang berarti berada di Zaman Es. Beberapa pecahan tembikar yang diteliti Oxford University diperkirakan telah berusia 16 ribu tahun. Hal ini membuatnya jadi tembikar tertua, yang menggeser posisi tembikar Jomon dari Gua Fukui di Kyushu, Jepang, yang berusia 12 ribu tahun.

Temuan itu juga mengungkap bahwa peradaban kuno di Teluk Cambay telah mampu membuat tembikar dan membakarnya pada 16 ribu tahun lalu. Mereka juga telah membangun kota di tepi sungai dan rumah-rumah dalam susunan yang teratur. Di kota kuno itu juga ditemukan biji-biji makanan yang sudah jadi fosil, yang menunjukkan bahwa mereka melakukan budi daya pertanian. Hans dua kali ke India dan memotret artefak-artefak itu. "Mesopotamia sebagai peradaban tertua jadi tak ada artinya sekarang," katanya.

"Kota di bawah laut Teluk Cambay itu merupakan bagian benua yang tenggelam pada Zaman Es. Setiap negara punya yang seperti ini dan Indonesia memiliki bagian yang terbesar," kata Hans. Ia masih berharap kapalnya, Southern Sun, dapat memindai Laut Jawa dan menemukan sebuah kota kuno di dasarnya.

Nusantara Asal Peradaban Dunia : Atlantis Peradaban Modern Yang Tenggelam Itu Diyakini Ada Di Laut Sunda

Nusantara Asal Peradaban Dunia?
ATAP bangunan itu sangat khas. Disebut tongkonan, rumah adat Toraja menjadi salah satu arsitektur tradisional paling gampang dikenal di Indonesia. Materialnya uru, kayu lokal yang seawet jati. Arahnya selalu utara. Atapnya melengkung.

Meski orang Toraja tinggal di pegunungan, atap lengkung indah itu ternyata terkait dengan citra lautan atau perairan. Bentuk rumah dengan atap lengkung itu menggambarkan perahu.

"Model atap itu menggambarkan perahu yang digunakan Puang Buralangi pada saat berlayar ke Toraja, ribuan tahun silam," kata C.F. Palimbong, Ketua Aliansi Masyarakat Adat Toraja-Toraja Utara, kepada Tempo beberapa waktu lalu. Dalam mitologi Toraja, Puang Buralangi adalah manusia pertama yang diciptakan Tuhan.

Buralangi ini diciptakan Tuhan di bagian utara langit dan kemudian diturunkan di daerah yang disebut Pongko sebelum pergi ke Toraja dan beranak-pinak di sana. Letak Pongko itu di daerah utara. Itu sebabnya, tongkonan selalu menghadap utara. Tidak ada kepastian di mana Pongko itu berada. "Pongko yang saya pahami adalah Tiongkok atau Cina," kata Palimbong.

Kisah penciptaan Buralangi juga bercerita tentang banjir besar yang merendam daerahnya. "Karena kondisi ini pulalah Puang Buralangi menggunakan perahu ke Toraja," ujarnya. Perahu ini kemudian diabadikan dalam bentuk atap rumah.

l l l

Versi lain mitologi banjir di Toraja, dengan sedikit perbedaan detail, diungkap oleh Stephen Oppenheimer beberapa pekan silam dalam sebuah diskusi di gedung LIPI, Jakarta. Saat itu ia menjelaskan teorinya yang ia tulis dalam buku setebal 800 halaman, Eden in the East: Benua yang Tenggelam di Asia Tenggara (edisi Inggris terbit pada 1998, bahasa Indonesia bulan lalu). Inilah buku yang menarik untuk dibicarakan. Sensasional tapi argumentasinya memikat karena bersangkut-paut dengan masa lalu sejarah kita yang misterius. "Karakter khas mitologi di kawasan Indonesia dan Asia Tenggara adalah banyaknya cerita banjir," kata ilmuwan genetika dari Universitas Oxford, London, Inggris, itu.

Kisah banjir ini yang menjadi satu dasar teori Oppenheimer bahwa banyak peradaban tertua di dunia berasal dari kawasan Indonesia, terutama dari wilayah Paparan Sunda, yang sekarang sudah tenggelam menjadi Laut Jawa dan Laut Cina Selatan. Dasar lain yang digunakan Oppenheimer adalah pemetaan genetika.

Paparan Sunda alias Sundaland itu wilayah dataran luas yang berada di wilayah Indonesia dan sekitarnya sekarang. Sebelum dipisahkan oleh laut karena Zaman Es berakhir sekitar 6.000 tahun sebelum Masehi, Sumatera, Jawa, dan Kalimantan masih menyatu dengan Asia Daratan. Daratan ini juga menghubungkan Kalimantan dengan wilayah selatan Cina.

Oppenheimer percaya, saat Paparan Sunda itu belum tenggelam, penduduknya sudah memiliki kemampuan teknologi bertani, mencari ikan, atau membuat tembikar. Kemampuan pertanian ini boleh dibilang paling tua di dunia. "Belum ada masyarakat lain (di dunia saat itu) yang bisa melakukannya," kata Oppenheimer.

Begitu Paparan Sunda direndam air secara mendadak, penduduknya menyingkir. Mereka membawa serta teknologi pertanian dan sebangsanya ini ke seluruh dunia. Ke barat, pengaruh para imigran dari wilayah Indonesia dan sekitarnya ini sampai Eropa, sedangkan ke timur sampai ke Benua Amerika dengan melewati Selat Bering, yang ribuan tahun lalu masih bisa dilewati dengan berjalan kaki, tidak perlu menggunakan perahu.

Menurut Oppenheimer, peradaban tua Sumeria, 5.000 tahun SM, juga dipengaruhi oleh peradaban orang-orang berpenutur Austronesia-keluarga bahasa yang mencakup bahasa-bahasa di Indonesia-dari Asia Tenggara. Selama ini para ahli sejarah menyatakan di Sumeria sistem hukum sudah dikembangkan, teknik militer sudah cukup maju karena terus terjadi perang antarkota. Roda, salah satu temuan teknologi paling berpengaruh di dunia, juga sudah diciptakan. Dan terutama huruf telah digunakan, yaitu dalam bentuk huruf paku.

Namun Oppenheimer melihat beberapa temuan dari wilayah Sumeria menunjukkan kesamaan dengan kebiasaan atau teknologi Austronesia. Gerabah yang ditemukan di Ur, salah satu kota tua Sumeria, menunjukkan beberapa kesamaan dengan gerabah di kelompok penutur Austronesia di Asia Tenggara seperti cat merah. Begitu pula, ada temuan patung-patung dengan rajah. Seni membuat rajah alias tato itu khas Austronesia. Di Sepik Tengah, Papua Nugini, beberapa suku lokal sampai kini, seperti dilihat Oppenheimer, saat bertahun-tahun menjadi dokter yang meneliti penyakit malaria di Papua Nugini, masih mempraktekkan seni membuat rajah ini.

Tidak hanya teknologi yang disebarkan para penduduk Asia Tenggara ribuan tahun silam ke berbagai penjuru dunia, tapi juga mitologi kisah banjir. Gilgamesh, kisah banjir bandang Sumeria yang memiliki kesamaan dengan banjir Nuh, menurut Oppenheimer, bertolak dari kisah tenggelamnya Paparan Sunda di wilayah Nusantara dahulu kala.

l l l

Sampai dua abad silam, cerita banjir Nuh adalah satu-satunya legenda tentang banjir besar yang dikenal dunia mutakhir. Munculnya mitologi banjir besar, yang sebagian sangat mirip kisah Nuh, baru muncul saat tablet-tablet tulisan huruf paku, semacam buku dari kerajaan tua Sumeria, ditemukan di Irak oleh Hormuzd Rassam pada 1853. Tablet-tablet itu pertama kali diterjemahkan oleh arkeolog Inggris, George Smith, pada awal 1870.

Tablet itu berisi kisah Gilgamesh, Raja Sumeria. Dalam cerita itu, Gilgamesh bertemu dengan Utnapishtim di negeri timur yang mengaku selamat dari banjir besar yang melanda negerinya karena naik perahu besar. Dalam perahu itu, ia membawa semua benih yang bisa ditanam. Setelah beberapa hari, ia melepas burung untuk mengetahui apakah sudah tampak ada daratan. Belakangan arkeolog Inggris lain, Sir Leonard Woolley, pada 1929, menyimpulkan bahwa kisah Utnapishtim dan banjir Nuh itu sama.

Rupanya Utnapishtim bukan satu-satunya kisah tentang air bah yang mirip banjir Nuh. Beberapa kisah serupa mulai teridentifikasi. Di Wales-negeri kecil yang pemerintahannya menyatu dengan Inggris-ada dongeng Danau Llion yang menyembur dan membanjirkan seluruh daratan kecuali Dwyfan dan Dwyfach. Mereka selamat dengan kapal tanpa tiang dan kembali mendiami Pulau Pridain (Britania). Kapal itu berisi sepasang binatang dari setiap makhluk hidup.

Di Lituania, ada dongeng bahwa Pramzimas, sang dewa tertinggi, sudah muak terhadap keburukan manusia sehingga mengirim Wandu dan Wejas. Karena terlalu bersemangat bekerja mengirim air bah, dalam 20 hari tersisa sangat sedikit manusia.

Tapi di Asia Tenggara dan wilayah berpenutur Austronesia lain, seperti di kepulauan Pasifik, menurut Oppenheimer, kisah banjir seperti Nabi Nuh dan Sumeria ini sangat banyak. "Mayoritas dongeng tersebut diceritakan oleh penduduk minoritas yang tinggal di pulau kecil," kata Oppenheimer. Rupanya, di pulau kecil ini, bayangan banjir selalu ada. Kisah air bah pun dianggap "kontekstual" sehingga mitologi bisa awet dan diturunkan selama ribuan tahun.

Di Tahiti, misalnya, ada kisah banjir setinggi gunung, selama sepuluh hari. Jelas bukan tsunami, yang mungkin sudah dikenal di daerah itu, karena lamanya sampai 10 hari. Adapun suku Ami, salah satu suku pribumi di Taiwan, memiliki ciri sama dengan dongeng di Tibet-Burma dan Austro-Asiatik di India Timur. Kisahnya tentang banjir bandang yang singkat, menyelamatkan diri dengan kotak kayu, mendarat di gunung, dan inses orang yang selamat.

Selain tema air bah, yang memiliki sejumlah kemiripan adalah mitologi proses penciptaan dunia serta Habil dan Qabil. Bagi Oppenheimer, hal-hal ini bukan kebetulan. Karena itu, sumbernya pasti dari satu wilayah dan wilayah tersebut, menurut dia, ada kemungkinan di Asia Tenggara. "Mitos banjir pasti datang dari Kepulauan Asia Tenggara-dari kawasan Nusantara, yang kehilangan sebagian besar daratan (setelah Zaman Es berakhir)," tutur Oppenheimer dalam bukunya.

Apalagi kadang kesamaan mitologi ini disertai jejak genetika. Kisah Kalevala, misalnya, berasal dari Finlandia. Dan di negeri itu-serta sejumlah wilayah Eropa utara lain, seperti Estonia-ditemukan jejak-jejak genetis yang serupa dengan Asia Tenggara.

l l l

Dalam peta Journey of Mankind (Perjalanan Umat Manusia) yang dipaparkan di salah satu situs Internet, Oppenheimer memaparkan teori yang dipercaya sebagian besar ahli dunia tentang persebaran manusia sejak lahir di tanah Afrika sekitar 170 ribu tahun silam. Ini adalah persebaran manusia modern, Homo sapiens.

Pada 90-85 ribu tahun silam, sekelompok manusia meninggalkan Afrika ke timur, lewat Laut Merah. Dalam 10 ribu tahun, mereka terus bergeser mengikuti garis pantai Asia hingga sampai ke pantai di Cina.

Setelah Toba meledak-ledakan gunung terbesar yang diketahui umat manusia sekarang sehingga menyisakan Danau Toba-sekitar 74 ribu tahun silam, penduduk di Asia Tenggara menyebar hingga ke Papua dan Australia serta sebagian ada yang kembali ke barat, ke India. Wilayah Asia Tenggara kemudian dihuni orang yang menjadi nenek moyang Austronesia. Mereka inilah yang terkena banjir dan, menurut Oppenheimer, melakukan arus balik perjalanan mempengaruhi negeri-negeri jauh sampai ke Eropa.

Teori ini bertentangan dengan penyebaran Austronesia yang semula dipercaya berasal dari Taiwan. Teori Taiwan sebagai asal-muasal orang Austronesia, disebut teori Out of Taiwan, dibuat berdasarkan pendekatan bahasa. Keluarga rumpun bahasa Melayu itu, jika dirunut, sampai ke suku-suku pribumi di Taiwan (orang Tionghoa masuk Taiwan baru mulai abad ke-17).

Menurut teori yang dikemukakan Peter Belwood pada akhir 1970-an, orang Taiwan masuk wilayah Indonesia dan sekitarnya baru pada 4.000-3.500 tahun sebelum Masehi. Batas waktu ini jauh lebih muda daripada teori Oppenheimer, yang menyatakan bahwa orang Austronesia sudah ada di wilayah ini sejak, mungkin, 50 ribu tahun silam dan mengembangkan teknologi pertanian di sini.

Arkeolog seperti Harry Truman Simanjuntak, profesor dari Universitas Indonesia, tetap memegang teori Belwood ini. "Arkeologi dan linguistik kurang mendukung (teori Oppenheimer)," katanya. Ia merujuk pada sejumlah temuan seperti tembikar yang waktunya tidak melebihi batas 4.000 tahun itu.

Harry bahkan memperkuat temuan Belwood dengan teori bahwa jalur penyebaran dari Taiwan ini tidak hanya lewat Filipina-Kalimantan, tapi juga menyusuri pantai Indocina, kemudian menyeberang ke Sumatera dan Jawa. Teori ini berdasarkan perbedaan gaya tembikar di Indocina-Sumatera-Jawa bagian tengah dengan wilayah lain.

Tapi Oppenheimer berkukuh. "Bahasa bisa menyebar, tapi orangnya (bisa jadi) tidak menyebar," katanya. Jadi mungkin saja bahasa Austronesia memang menyebar dari Taiwan, tapi penduduknya tetap yang itu-itu saja.

Selain itu, ia mengajukan temuan arkeolog Thailand yang menunjukkan bahwa peradaban di Asia Tenggara lebih tua daripada sekadar 4.000 tahun silam. Arkeolog itu, mendiang Surin Pookajorn, menemukan butir beras dari era 7.000-5.000 tahun sebelum Masehi di Semenanjung Melayu. Batas waktu ini lebih tua beberapa tahun dibanding kedatangan orang Austronesia dari Taiwan.

Oppenheimer juga merujuk pada fakta bahwa di beberapa suku di Nusa Tenggara, teknologi beras tidak muncul sampai beberapa puluh tahun lalu. Padahal beras-dan tanaman lain seperti tebu-dipandang sebagai salah satu ciri peradaban Austronesia. "Penghuni di Indonesia sudah ada di sini jauh lebih lama, jauh lebih lama dalam kerangka waktu dibanding dalam Out of Taiwan," katanya.

Dari sisi genetis, pendekatan Oppenheimer itu didukung oleh para pakar genetika. Penelitian hampir 100 ilmuwan genetika Asia, termasuk Profesor Sangkot Marzuki yang memimpin Lembaga Eijkman, sudah memetakan genetika manusia Asia. Hasilnya? "Asia Tenggara adalah pusat penyebaran (manusia modern) setelah Afrika," kata Sangkot.

Teori Oppenheimer memang tidak sedramatis teori mendiang Arysio Nunes dos Santos, profesor fisika nuklir dari Brasil, yang menulis bahwa negeri Atlantis, seperti yang dikisahkan Plato, ada di wilayah Paparan Sunda itu. Seperti dikatakan Harry Truman Simanjuntak, teori Oppenheimer, meski ditentangnya, lebih masuk akal.